Belanja Imlek di Pecinan Glodok

Belanja Imlek di Pecinan Glodok

Jakarta, menjelang Tahun Baru Cina atau lebih dikenal Imlek di awal bulan Februari ini tentunya bagi kawan-kawan yang merayakannya pasti pada asyik berburu pernak-pernik Imlek. Salah satu tempat di Jakarta yang selalu menjadi tujuan utama adalah Pasar Petak Sembilan atau lebih dikenal Pecinan Glodok. Seperti apa isi dari pasar ini akan team Drive.ID kupas singkat di bawah ini.

Pasar yang terletak di kawasan kota tua ini konon sudah ada sejak jaman kolonial dan bentuk bangunan-bangunannya pun masih terlihat sangat klasik sekali dan khas dengan pecinan-pecinan di kota lain. Nah bagi kawan-kawan yang hobi fotografi pastinya untuk tidak lupa membawa kamera poket Anda ya saat kesini.

Menjelang Imlek pastinya suasana pasar ini akan tambah ramai lagi karena di pasar ini Anda bisa menemukan semua kebutuhan untuk perayaan Imlek, mulai dari dekorasi bulu merak, lampion, amplop angpao, pakaian khas imlek mulai dari ukuran bayi sampai dewasa, kue keranjang, labu cina dengan pita merah yang biasa dianggap melambangkan rejeki sepanjang tahun, dan masih banyak lainnya pasti bisa ditemukan di sini.

Bagi kawan-kawan yang pecinta kuliner pastikan jangan lupa untuk berkunjung ke gang Gloria yang merupakan pusatnya kuliner. Mulai dari kedai es kopi Tak Kie yang terkenal karena sudah berumur 1 abad, tim obat ayam, gado-gado direksi, sekba, dan masih banyak menu istimewa lainnya dapat kita temukan di sini.

Nah, kira-kira sudah ada bayangan ingin belanja apa saja? Bila Anda bingung arah atau malas untuk menyetir tidak ada salahnya untuk sewa mobil dengan sopir di Jakarta melalui Drive.ID. Harga pasti kami kasih yang terbaik dan di bawah harga pasar. Selamat tahun baru Cina! Gong Xi Fa Cai!

*Gambar “Petak Sembilan” disunting dari Flickr oleh Kars Alfrink. Licensed under CC BY 2.0.

Lanjutkan membaca artikel ›

Belanja Batik di Pasar Beringharjo

Belanja Batik di Pasar Beringharjo

Yogyakarta, bila beberapa hari lalu kita membahas tentang wisata candi kali ini team Drive.ID akan mengulas singkat tentang pasar tradisonal yang menjadi salah satu ikon kota Yogyakarta, yakni Pasar Beringharjo.

Pasar yang terletak di jalan Jenderal Ahmad Yani ini dulunya adalah sebuah hutan beringin pada tahun 1758, dimana saat itu mulai berdirinya Kraton Yogyakarta. Awal mulanya digunakan untuk aktivitas jual beli warga dan resmi diberikan nama Beringharjo pada tanggal 24 Maret 1925. Nama beringharjo ini sendiri memiliki arti pohon beringin yang diharapkan dapat memberi kesejahteraan bagi warga Yogyakarta.

Arsitektur bangunan pasar ini merupakan perpaduan antara arsitektur kolonial Belanda dan tradisional Jawa. Dengan 2 bagunan yang terbagi menjadi sisi Timur (3 lantai) dan Barat (2 lantai), pintu masuk utamanya terletak di sisi Barat menghadap jalan Malioboro.

Nah, hal menarik di pasar ini adalah lapak-lapak yang menjual koleksi batik yang bisa dibilang sangat lengkap, lokasinya di sisi Barat. Barang-barang antik seperti radio kuno, lampu-lampu kuno, mesin ketik kuno, uang kuno juga bisa ditemukan di pasar ini. Dan tidak lupa kuliner di pasar ini juga wajib untuk diincipi seperti mendut, kue kipo, pecel urap, dan macam-macam makanan tradisional khas Jawa lainnya.

Bagaimana? Sudah menyiapkan jadwal liburan ke Jogja? Bagi kawan-kawan yang bingung dengan transportrasi selama di Yogyakarta tak perlu bingung-bingung, karena Drive.ID memiliki berbagai macam partner untuk sewa mobil di Yogyakarta plus sopir yang handal. Soal harga Drive.ID pasti kasih yang terbaik dan di bawah harga pasar. Selamat berlibur!

*Gambar “Beringharjo market in Yogyakarta (Java, Indonesia)” disunting dari Flickr oleh Balisolo. Licensed under CC BY 2.0 via Flickr.

Lanjutkan membaca artikel ›

Belajar Sejarah di Candi Prambanan

Belajar Sejarah di Candi Prambanan

Yogyakarta, kota yang seringkali dianggap sebagai pusat kebudayaan Jawa ini memang selalu menjadi magnet untuk wisatawan asing berlibur bahkan belajar tentang kebudayaan Jawa pada masa lampau. Namun kali ini team Drive.ID sedang tertarik untuk mengulas salah satu peninggalan sejarah Hindu, yakni Candi Prambanan.

Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu yang terbesar di Indonesia bahkan ada yang menyebutkan terbesar di Asia Tenggara. Candi ini dibangun pada abad ke 9 Masehi dengan tujuan sebagai tempat pemujaan Trimurti yakni tiga dewa utama dalam agama Hindu: Dewa Brahma, Dewa Wishnu, dan Dewa Siwa. Candi ini juga termasuk dalam daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO sejak tahun 1991, jadi bagi para wisatawan diharapkan bisa menjaga kebersihan saat berada di kompleks candi ya.

Berdasarkan sejarah candi ini awal mula didirikan oleh Rakai Pikatan raja ke-6 dari Kerajaan Medaeng pada tahun 850 Masehi sebagai tandingan candi Borobudur dan candi Sewu. Seiring waktu berjalan dan pergeseran kerajaan di jaman tersebut candi ini mulai terlantarkan, ada sumber yang mengatakan terjadi bencana gunung Merapi pada tahun 930 Masehi juga menjadi faktor candi ini ditinggalkan. Lalu pada abad ke-16 candi ini bahkan diduga sempat runtuh karena gempa bumi hebat.

Pada tahun 1918 terjadi pemugaran besar-besaran oleh pihak Belanda dan proses itu berlangsung sangat lama sampai menginjak tahun 1942 yang kemudian diserahkan kepada Indonesia. Kemudian pada tahun 1953 diresmikan oleh Presiden Soekarno untuk kompleks candi Siwa, sementara yang lainnya masih terus dalam proses pemugaran seperti candi Wisnu, candi Brahma, candi Nandi, candi Garuda, candi Angsa dan 234 candi lainnya, sehingga total candi yang berada di kompleks Prambanan adalah 240 candi. Wow, jumlah yang sangat banyak!

Nah, kalau ngomongin sejarah candi Prambanan pasti enggak akan ada habisnya. Belum lagi ditambah dengan dongeng tentang Rara Jonggrang pastinya malah bikin tambah penasaran kan? Jadi, supaya penasarannya hilang langsung kunjungi saja Candi Prambanan. Letaknya tidak terlalu jauh dari kota Yogyakarta, yakni sekitar 17 km ke arah timur laut.

Bagi kawan-kawan yang bingung dengan transportrasi selama di Yogyakarta tak perlu bingung-bingung, karena Drive.ID memiliki berbagai macam partner untuk sewa mobil di Yogyakarta plus sopir yang handal. Soal harga Drive.ID pasti kasih yang terbaik dan di bawah harga pasar. Selamat berlibur!

*Gambar “Prambanan” disunting dari Flickr oleh Frank Douwes. Licensed under CC BY 2.0 via Flickr.

Lanjutkan membaca artikel ›

Temukan Kong di G-Land Banyuwangi

Temukan Kong di G-Land Banyuwangi

Banyuwangi, masih di dalam kota yang sama jika kemarin kita mengulas tentang pesona Gunung Ijen kali ini team Drive.ID akan beralih ke wisata pantai yang sangat terkenal di kalangan wisatawan mancanegara khususnya bagi mereka pecinta olahraga selancar air. Nama pantai tersebut adalah G-Land atau penduduk sekitar menyebutnya Pantai Plengkung.

Sejarah pantai ini ditemukan pada tahun 1972 oleh para peselancar Amerika, lokasinya yang terletak di Taman Nasional Alas Purwo membuat kondisi pantai ini masih tetap alami sampai sekarang. Bila dilihat secara letak geografi pantai ini menghadap Samudera Hindia menyebabkan ombaknya memiliki ombak yang cukup besar sekitar 4-8 meter, namun ketinggian ombak ini dapat ditemui pada bulan April – Oktober. Bahkan beberapa peselancar asing mengibaratkan keindahan dan ketinggian ombak pantai ini nomer 2 setelah Hawai. Keren kan? Namun dibalik keindahan ombaknya pantai ini pada tahun 1994 sempat terkena dampak dari tsunami yang terjadi di sepanjang pantai selatan Jawa Timur yang menimbulkan korban cukup banyak korban saat itu.

Karakter ombak di pantai ini terbagi menjadi 3 tingkatan, yakni:

  • Kongs, ketinggiannya yang kadang bisa mencapai 6-8 meter selalu menjadi incaran para peselancar profesional untuk menguji kemampuan mereka.
  • Speedies, ketinggian ombak berkisar 5-6 meter.
  • Many Tracks, ketinggian ombak berkisar 2-4 meter, ombak level ini biasa digunakan untuk latihan para pemula dan sangat disarankan untuk menyewa pelatih bila Anda ingin mencoba berselancar di pantai ini untuk berjaga-jaga bila terjadi kecelakaan saat berlatih.

Untuk menuju G-Land terdapat 2 rute, yakni melalui jalur darat atau jalur laut. Jalur darat adalah menggunakan kendaaran roda empat atau dua menuju Kalipait yang berjarak sekitar 65 km dari kota Banyuwangi dan semua kendaraan harus berhenti di Pos Pancur. Perjalanan dilanjutkan lagi dengan jalan kaki sepanjang 9 km atau menyewa kendaraan khusus yang sudah disediakan oleh pihak pengelola Taman Nasional Alas Purwo. Sementara bila melalui jalur laut adalah dengan menyewa speedboat dari pantai Grajagan, sekitar 40 km arah selatan dari kota banyuwangi.

Sudah mulai tertarik untuk berselancar di G-Land? Atau hanya sekedar ingin berlibur di Banyuwangi? Untuk keperluan kendaraan selama di Banyuwangi kini Anda bisa sewa mobil di Banyuwangi dengan sopir melalui Drive.ID. Soal harga Anda Drive.ID pasti kasih harga yang terbaik dan di bawah harga pasar. Selamat berlibur!

*Gambar “Surfer in G-Land” disunting dari Flickr oleh Omar Laribi. Licensed under CC BY 2.0 via Flickr.

Lanjutkan membaca artikel ›

Fenomena si Api Biru Kawah Ijen

Fenomena si Api Biru Kawah Ijen

Banyuwangi, kota yang dulunya hanya dikenal masyarakat sebagai penghasil ikan di wilayah Jawa Timur kini mulai dilirik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara akan kekayaan wisata alamnya, seperti pantai-pantai yang alami dan juga pegunungannya. Kali ini team Drive.ID akan mengulas salah satu gunung yang terkenal akan keindahan kawah dan api birunya, yakni Gunung Ijen.

Gunung ini terletak di antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, untuk menuju kawah Ijen bisa melalui Bondowoso atau Banyuwangi. Bila melalui Banyuwangi rute yang di tempuh adalah menuju Desa Banyusari lalu ke Paltuding dimana nanti ada pintu gerbang utama ke Cagar Alam Taman Wisata Kawah Ijen. Tiket masuknya terbilang sangat murah yakni Rp 7.500, tersedia pula lapangan parkir untuk mobil atau motor di sekitar pintu gerbang. Jarak dari pintu gerbang ke kawah sekitar 3 km, dengan medan yang cukup menanjak naik dan licin pada saat turun, jadi pastikan kondisi fisik Anda dalam keadaan sehat.

Waktu yang disarankan untuk mulai mendaki adalah pukul 01.30 pagi, biasanya akan ada rombongan pendaki lainnya yang akan berjalan rame-rame mengingat kondisi gelap. Pastikan pula Anda membawa masker khusus karena bau gas vulkanik yang sangat menyengat akan mempengaruhi pernafasan Anda. Bila Anda malas untuk membeli tidak perlu khawatir karena di pintu loket biasa terdapat orang-orang yang menawarkan sewa masker. Tidak lupa senter juga merupakan hal wajib yang harus Anda bawa saat kesini.

Saat Anda sudah berada di area kawah biasanya baru diperbolehkan turun melihat blue fire atau api biru menjelang subuh (sekitar pukul 4 pagi). Seperti yang diketahui fenomena api biru ini hanya ada 2 di seluruh dunia, yakni di gunung Vesuvius (Itali) dan Gunung Ijen. Dan perlu diketahui bahwa para wisatawan diharuskan sangat berhati-hati bila ingin melihat api biru karena banyak partikel gunung yang berbahaya bagi kesehatan.

Sudah mulai tertarik untuk menuju Kawah Ijen? Atau hanya sekedar ingin berlibur di Banyuwangi? Untuk keperluan kendaraan selama di Banyuwangi kini Anda bisa sewa mobil di Banyuwangi dengan sopir melalui Drive.ID. Soal harga Anda Drive.ID pasti kasih harga yang terbaik dan di bawah harga pasar. Selamat berlibur!

*Gambar “Kawah Ijen, Banyuwangi” disunting dari Flickr oleh Paul Hessels. Licensed under CC BY 2.0 via Flickr.

Lanjutkan membaca artikel ›