Pesona “Mini Niagara” Curug Malela Bandung

Pesona “Mini Niagara” Curug Malela Bandung

Bandung, diam-diam memiliki air terjun seperti Niagara tapi versi mini loh! Mau tahu seperti apa dan dimana lokasinya akan team Drive.ID ulas di bawah ini.

Curug Malela atau dalam bahasa Indonesia berarti Air Terjun Malela adalah sebuah lokasi wisata yang masih sangat alami keberadaannya. Hal ini mengingat akses menuju tempat ini tidaklah gampang. Lokasinya berada di desa Cicadas, Kecamatan Rongga – Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat atau sekitar 3 jam perjalanan dengan kendaraan bermotor untuk menuju ke Buni Jaya lalu perjalanan harus berganti menggunakan ojek lokal di sana dengan tarif berikisar Rp 75.000 antar-jemput menuju desa Cicadas. Tarif ojek ini sebanding dengan medan yang dilewati cukup “menakutkan” apalagi di musim hujan pasti lumpur di sepanjang jalan.

Nah, begitu kita sampai di desa Cicadas perjalanan berlanjut dengan jalan kaki sepanjang 10km dengan medan bisa dibilang “menarik”, naik turun sawah dan pastinya kalau hujan akan licin dengan lumpur dan bebatuan. Kurang lebih perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam dan jangan khawatir itu semua terbayarkan saat Anda melihat pemandangan si Curug Malela. Benar-benar air terjun yang sangat luar biasa indahnya, kondisi air juga jernih, udara sangat sejuk, serasa rileksasi alami saat berada di sini, mungkin boleh lah sedikit disama-samain dengan air terjun Niagara versi mini. Hahaha..

Tambahan informasi Curug Malela memiliki ketinggian berkisar 70 meter dan lebar 50 meter, serta merupakan rangkaian dari 7 air terjun bertingkat sepanjang 1km, dimana Curug Malela berada di posisi paling atas. Dilanjutkan dengan Curug Katumiri, Curug Manglid, Curug Ngeubul, Curug Sumpel, Curug Palisir, dan terakhir Curug Pamengpeuk.

Jadi, tunggu apalagi? Ayo segera rencanakan akhir pekan Anda. Bila bingung tidak ada kendaraan jangan khawatir, Anda bisa sewa sewa mobil dengan sopir di Bandung melalui Drive.ID. Soal harga pasti Drive.ID kasih harga yang terbaik dan di bawah harga pasar guys! Selamat berlibur!

*Gambar “Five at One!” disunting dari Flickr oleh Dodi Mulyana. Licensed under CC BY 2.0 via Flickr.

Lanjutkan membaca artikel ›

Wisata Stone Garden Padalarang

Wisata Stone Garden Padalarang

Bandung, Wisata Stone Garden (Taman Batu) Padalarang mungkin tidak banyak dari kita mengetahui kalau di Indonesia ada taman seperti ini. Nah, ternyata memang ada di daerah Bandung loh kawan-kawan, mau tahu seperti apa? Check this out!

Taman Batu ini berlokasi di kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Padalarang atau kurang lebih sekitar 25 km ke arah barat dari pusat kota Bandung. Mungkin bila ada yang lebih familiar dengan Goa Pawon maka lokasi taman batu ini tepat di atas goa.

Berada di ketinggian 907 meter di atas permukaan laut tentunya akan menyajikan pemandangan yang indah seperti menatap Gunung Masigit secara langsung. Namun terkadang juga pemandangan indah itu terusik oleh asap-asap hitam dari pabrik yang berada di tidak jauh dari taman. Konon batu-batu yang terdapat di sini terbentuk secara alami dari jaman purbakala saat pembentukan danau purba. Bentuk-bentuk batu ini terbilang artistik dan ada yang berbentuk seperti kerang. Semua batu-batu ini tersebar di area seluas 2 hektar.

Perlu diketahui pula untuk menuju ke lokasi taman batu para pengunjung harus mempersiapkan stamina yang bagus. Hal ini dikarenakan perjalanan dari tempat parkir menuju puncak taman batu harus ditempuh dengan berjalan kaki sepanjang 1.5 km dengan medan yang menanjak.

Harga tiket masuk terbilang sangat murah yakni Rp 6.000, dan tersedia pula fasilitas umum seperti parkir motor/mobil dan toilet di pintu masuk. Sementara di area taman tersedia pula pondok-pondok untuk berteduk dari sengatan sinar matahari.

Jadi, tunggu apalagi? Ayo segera rencanakan akhir pekan Anda. Bila bingung tidak ada kendaraan jangan khawatir, Anda bisa sewa sewa mobil dengan sopir di Bandung melalui Drive.ID. Soal harga pasti Drive.ID kasih harga yang terbaik dan di bawah harga pasar guys! Selamat berlibur!

*Gambar “Megalithic Stone Garden” disunting dari Flickr oleh yopi priyatna. Licensed under CC BY 2.0 via Flickr / Cropped from original.

Lanjutkan membaca artikel ›

Joging di Taman Hutan Raya Djuanda

Joging di Taman Hutan Raya Djuanda

Bandung, mengulas tempat-tempat wisata di kota ini tak akan pernah ada habisnya. Kali ini team Drive.ID mencoba mengajak kawan-kawan untuk “joging” ria di Taman Hutan Raya Djuanda. Seperti apa keseruannya akan kami luas di bawah ini.

Sebelum masuk dalam isi Taman Hutan Raya Djuanda alahkah lebih baik kita mengerti definisi Taman Hutan Raya terlebih dahulu. Menurut Wikipedia Taman Hutan Raya adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau bukan alami, jenis asli atau bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan umum sebagai tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, dan pendidikan. Nah di Indonesia sendiri memiliki sekitar 22 kawasan yang ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya yang tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi.

Pastinya satu demi satu akan team coba ulas, namun kali ini mari kita melihat salah satu Taman Hutan Raya yang terletak di kota Bandung. Taman yang diresmikan pada tanggal 23 Agustus 1965 ini dulunya bernama Kebun Raya Hutan Rekreasi Ir. H. Djuanda, namun perintisan taman ini diperkirakan sudah dimulai sejak tahun 1912 oleh pemerintahan kolonial. Dan perlu diketahui bahwa Taman Hutan Raya ini adalah yang pertama kali di resmikan menjadi Taman Hutan Raya pertama di Indonesia oleh Presiden Soeharto pada tanggal 14 Januari 1985 yang bertepatan dengan hari kelahiran Ir. H. Juanda.

Dengan luas sekitar 590 hektare pastinya akan sangat seru bagi kawan-kawan bila berniat untuk joging di sini, dijamin pasti berat badan akan turun. Haha.. Untuk ukuran petugas patroli diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 3 jam mengitari kawasan ini. Udara di kawasan ini terbilang masih sangat sejuk dan asri. Selain menikmati suasana hutan para pengunjung juga dapat menikmati fasilitas lain seperti Goa Jepang dan Goa Belanda, Kolam Pakar, empat air terjun: Curug Omas, Curug Alay, Curug Dago; Museum Ir. H. Djuanda, Prasasti Raja Thailand, dan taman bermain. Semua ini terdapat dalam satu kawasan Taman Hutan Raya Djuanda. Banyak pilihan kan selain hanya berjoging ria di sini?

Tiket masuk yang ditawarkan terbilang sangat murah, yakni Rp 11.000 per orang (sudah termasuk asuransi). Parkir mobil Rp 10.000 dan motor Rp 5.000, harga ini mengikuti update tahun 2015. Oh iya, khusus pengunjung asing dikenakan biaya Rp 76.000 per orang (sudah termasuk asuransi).

Jadi, tunggu apalagi? Mau sekedar joging atau rekreasi keluarga? Taman Hutan Raya Djuanda pastinya cocok untuk kawan-kawan menikmati akhir pekan. Bila kawan-kawan bingung tidak ada kendaraan jangan khawatir, Anda bisa sewa sewa mobil dengan sopir di Bandung melalui Drive.ID. Soal harga pasti Drive.ID kasih harga yang terbaik dan di bawah harga pasar guys! Selamat berlibur!

*Gambar ”Forest Park” disunting dari Flickr oleh Mike Rohrig. Licensed under CC BY 2.0 via Flickr.

Lanjutkan membaca artikel ›

Memetik Stroberi di Saung Gawir Ciwidey

Memetik Stroberi di Saung Gawir Ciwidey

Bandung, masih di daerah Ciwidey kali ini team Drive.ID tertarik sebuah penginapan dan juga restoran yang bernama Saung Gawir Bungalow dan Resto. Seperti apa hal-hal menarik di tempat ini akan kita kupas singkat di bawah ini.

Berlokasi di daerah perbukitan di bawah kaki Gunung Patuha dengan ketinggian 1.884 dari permukaan laut tentunya membuat udara di sini sangat sejuk. Suasana pedesaan pun sangat kental di sini.

Tempat ini biasanya dijadikan tempat persinggahan bagi wisatawan saat mereka berkunjung ke Kawah Putih yang jaraknya hanya 3 km. Dan beberapa orang justru tertarik untuk menginap di sini untuk menikmati villa/bungalow yang bisa dibilang cukup unik designnya, yakni seperti rumah tradisonal dengan rumpun bambu sebagai dindingnya. Terdapat pula perapian di setiap bungalow supaya tamu bisa menghangatkan diri pada malam harinya. Harga sewanya variatif berkisar 600rb ke atas per harinya.

Untuk restorannya menu yang disajikan juga dijamin bikin ngiler, karena awal mula tempat ini adalah restoran dulu baru berkembang menjadi bungalow. Segala macam makanan khas Sunda dijamin ada di tempat ini. Bila wisatawan menyukai kegiatan outbond juga tersedia di tempat ini. Tempat pemancingan juga tersedia di sini dan yang paling menyenangkan adalah berjalan-jalan di kebun stroberi sambil memetik langsung buahnya. Suasana kebun ini sangatlah menyejukkan sekali dan cocok bagi Anda yang ingin melepas penat dari rutinitas kerja.

Jadi, tunggu apalagi? Ayo, segera rencanakan liburan Anda mulai sekarang, kalau tidak ada kendaraan jangan khawatir Anda bisa sewa sewa mobil dengan sopir di Bandung, soal harga Drive.ID pasti kasih harga yang terbaik dan di bawah harga pasar. Selamat berlibur!

*Gambar ”Visiting an organic farm - Picking our own strawberries” disunting dari Flickr oleh Suzette - www.suzette.nu. Licensed under CC BY 2.0 via Flickr.

Lanjutkan membaca artikel ›

Mengintip Koleksi Wayang di Museum Wayang Jakarta

Mengintip Koleksi Wayang di Museum Wayang Jakarta

Jakarta, masih berada di kawasan kota tua kali ini team Drive.ID akan mengulas singkat satu bangunan yang sudah ada sejak tahun 1960 dan kini dijadikan sebuah museum unik yakni Museum Wayang. Kira-kira ada berapa wayang ya di dalam museum ini?

Museum Wayang adalah sebuah museum yang didedikasikan untuk menyimpang segala macam wayang baik itu wayang kulit, wayang kardus, wayang golek, wayang beber, wayang janur, dan bahkan gamelan pun juga terdapat di sini. Saat ini jumlah koleksinya berjumlah kurang lebih 4000 wayang, wow! Pasti sangat menarik sekali untuk melihat-lihat seluruh koleksi tersebut. Tidak hanya wayang ternyata di sini kita juga bisa menemukan boneka-boneka dari berbagai macam negara seperti India, Malaysia, Kolombia, China, Vietnam dan Thailand.

Menurut sejarah awal mula museum ini adalah sebuah Gereja Lama Belanda yang dibangun pada tahun 1960 dan sempat hancur karena gempa bumi pada tahun 1808. Seiring waktu berjalan terjadi pemugaran pada bangunan ini dan tepat pada tanggal 13 Agustus 1975 bangunan ini diresmikan menjadi Museum Wayang sampai sekarang.

Bagi kawan-kawan yang menyukai seni pagelaran wayang pastikan untuk mengunjungi museum ini di minggu ke 2 dan ke 3 di setiap bulannya karena selalu diadakan pegelaran pada minggu-minggu tersebut. Lokasi museum ini tepatnya berada Jalan Pintu Besar Utara no 27, Jakarta Barat. Pastikan Anda tidak tersesat saat mencarinya.

Bagaimana? Tertarik untuk mengunjungi museum ini? Atau ingin sekedar jalan-jalan keliling Jakarta? Nah bila kawan-kawan bingung arah atau malas untuk menyetir tidak ada salahnya untuk sewa mobil dengan sopir di Jakarta melalui Drive.ID. Harga pasti kami kasih yang terbaik dan di bawah harga pasar. Selamat berlibur!

*Gambar “Between Worlds by Nasirun” disunting dari Flickr oleh Jnzl’s Public Domain Photo. Licensed under Public Domain Mark 1.0.

Lanjutkan membaca artikel ›